Torehan Pena Dalam Rona
Kumpulan Puisi-puisi dan torehan pena pribadi sang penulis.
Minggu, 10 April 2011
Syair Kelam Setitik Noda Karam
Dengan lembu
t lantunkan kisah lalu.
Tabir nyata cerita dahulu. Tenang
ucapan tanpa beban. Di setitik noda
kelam yang telah karam?! Oh,. Mana ku
tahu... Sangatnya lah pasti dibenci.
Akui sirami iri dalam hati. Kapan sadar
menyesal. Seperti vonis mereka. sang
lalat-lalat yang bahagia dalam nikmatnya cerita
pagi. Tanpa bekas lalu pergi sendiri.
Karena tak tuntut serius pikirkan
tanjakan di depan. Leluasa tanpa berpikir
esoknya. Karena waktu tak marah
padanya dan mereka. Oh, sungguh iri-
nya jiwa. Menari bebas tanpa kekang
sang Brahma. Dan kini, Puas nya sang
lalat hanya menjadi syair kelam dengan
setitik noda yang telah karam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Posting Lebih Baru
Posting Lama
Beranda
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar