Minggu, 10 April 2011

Gemuruh Hati

Dimulai dari setetes air, Mengalir...
Pada sebuah kutub yang mencair.
Mendinginkan panas-nya gejolak murka.
Amarah! Berteriak!! Tapi akhirnya lelah letih.
Oh,.
Bagaimana beningnya embun pagi terkontaminasi?!
Hilang di-hembus semilirnya lantas pergi..
Bagaimana air suci dan murni di-ingkari.
Tanpa menggenggam erat tiang konsistensi.
Tanpa menghiraukan tombak konsekwensi.
Kesalahan-nya dan mereka ku-anggap pasir! Dihempas angin mudah seraya lalu.
Sedetik ku menoleh..
Warna putih-ku tertoreh.
Hitam yang menoda. Membuat ku sentak kagetkan hampa.
Ingat-ku dengan sebuah butir mutiara bening dari kata.
Ucapnya tusuk bathin merangkak jemput belahan jiwa.
Jika balasan-ku tak berarti lama.
Dengan trisula' kau tusuk-lah rasa murni yang bersemayam dalam sepi jiwa.
Aku, yang selalu menunggu mimpi itu dari-mu wahai dewi durga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar