Minggu, 10 April 2011

Perang Bathin

Berawal dari duri kecil//menyucuk kepercayaan diri yang sedang mengerdil//pemulihanku yang nihil//dengan sedikit getaran yang menyentil//butuh sedikit waktu untuk bisa mematil//agar dapat keyakinan layaknya sang garuda yang terbang tinggi mementil//ringgsihkan semua kutil//yang menempel di bagian sikil//maka aku pun kan berdiri tegak penuh skill//

Semua rasa sakit ini akan terlepas//dan sayap-sayapku pun akan menghempas//maka pada saat itu aku akan terbang tinggi dengan bebas//kutu-kutu pun hilang bersama kulit mati-ku yang terkupas//bersamaan dengan alam yang brhias//kuhindari hawa panas dan ku-buang rasa malas//


Dimulai dengan kata optimis//aku dan prajuritku akan berbaris//untuk meraih kehidupan yang harmonis//dengan sedikit lapisan baju baja yang tipis//akan ku-hilangkan kata pesimis//yang pernah mengiris-iris//kehidupan-ku yang miris//


Perang-ku sudah dimulai//prajurit-ku pun takkan diam dengan santai//karena kami bukanlah gontai//yang hanya bisa mengintai//tanpa keberanian tiada capai//bisa jadi malah kami yang dibantai//


Dengan cekatan kubuat persiapan//penuh do`a dan harapan//agar kami siap tempur dengan penuh kekuatan//untuk melawan keputus asaan//dari-Mu-lah Tuhan//kami meminta perlindungan//kami mengemis pertolongan//agar kami bisa bertahan//agar kami bisa melawan//

Tidak ada komentar:

Posting Komentar